Archive for September, 2008

Krisis oh Krisis

Saturday, September 27th, 2008

Waktu tahun 98, Indonesia, Malaysia, Korea, Thailand, Filipina kena krisis, eh AS dan Eropa ga kena, bule2 kompeni itu pada asyik tamasya di Indonesia…

10 Tahun kemudian…

AS dan Eropa kena krisis, eh kita juga kena, artinya adalah

Jika Indonesia krisis, maka AS tidak terkena krisis

Jika AS krisis, maka Indonesia terkena krisis

Kesimpulannya adalah:

Krisis di AS berimbas pada krisis di Indonesia, alias perekonomian kita masih tergantung dengan AS, karena eh karena, negara-negara lain malah ‘menikmati’ krisis ekonomi ini, kayak Rusia, Cina, India, Malaysia, Thailand (cuma krisis politik, ntar lagi juga selesai, wong kerjaan militernya kudeta melulu).

Apakah ini proses keruntuhan Pax Americana, menjadi Pox Americana alias Pageblug Amerika…

Apakah ini awal dari era globalisasi yang lebih adil, karena ternyata pemain pasar global tidak tunggal lagi ternyata…

Apakah kemudian Eropa akan melepaskan ketergantungan ekonominya pada AS, dan menjadi kutub ekonomi lagi…

Kalau kebanyakan kutub ekonomi, akankah tiap kutub memperkuat militernya untuk menjaga kepentingan ekonomi-politiknya, ingat kata Clausewitz, perang adalah kelanjutan politik dalam bentuk lain.

Kalau AS, Eropa, Rusia, Cina, India memperkuat militernya dan sama-sama mau jadi polisi dunia, pertanyaannya adalah:

SIAPAKAH JAKSANYA, PENASEHAT HUKUMNYA, DAN TERUTAMA HAKIMNYA?

Siapakah hakim dunia di era globalisasi dan perdagangan bebas masa depan?

Bagaimana kalau, Indonesia saja….

Hehehehehehehehehehe…..

…behind every great fortune, there is a crime… (Mario Puzo, Godfather)

Akhirnya Memang Kita Harus Sabar

Wednesday, September 17th, 2008

Ya….

Memang kita harus bersabar untuk menuai hasil kerja yang mungkin aja memakan waktu lama sekali, misalnya 3 tahun. Walaupun perbedaannya tidak terlalu signifikan dibandingkan dengan yang dulu, tapi mau ga mau kerjaan ini harus kita hargai.

Toh ini kan bukan sekedar membalikkan telapak tangan. Kesadaran ga bisa dibentuk dalam hitungan detik, Bung! Berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan dan bertahun.

Be a man, not it!

Tenang, tenaga musti dihemat. Masih ada kerjaan lain yang menunggu, karena kita hari ini adalah dunia 30 tahun ke depan. Begitu kata poster gerakan mahasiswa ITB 77/78.

Makin lama, makin cinta almamaterku ini!

ITB! ITB! ITB!